Yayasan Pusaka Indonesia (YPI)  mengapresiasi Polrestabes Kota Medan yang bertindak sigap dalam   menangkap pelaku peremas payudara  siswi  SMA di Jalan Talud Medan dan meminta penegak hukum untuk menghukum seberat-berat pelaku pelecehan seksual anak.

Koordinator Divisi Advokasi YPI Elisabet menjelaskan bahwa pelaku bernama SY (35), warga Jalan Ampera Medan dapat dikenakan pasal 82 UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, yang  ancaman hukuman minimal lima tahun dan maksimal lima belas tahun dan denda  palling banyak lima milyar rupiah

“Wajar pelaku pelecehan seksual dihukum pidana penjara maksimal untuk menciptakan efek jerah apalagi pelaku sudah berulang kali melakukan hal yang sama. Penegak hukum harus berempati dengan korban, orang tua atau keluarga korban pelecehan seksual” katanya

Hal yang menarik dalam kasus yang viral di media sosial itu adalah kesigapan polisi dalam mengejar dan menangkap pelaku, sebab dalam kasus-kasus yang seperti ini begitu cepat dan tiba-tiba ditempat yang sepi, biasanya sering menjadi kendala dalam pengukapan kasus, tapi dalam kasus ini,  polisi patut diapresiasi karena bertindak cepat dalam mengungkap kasus ini, ungkap Elisabet

Elisabet mengingat permasalah jangan hanya terfokus kepada pelaku tetapi juga kepada korban kekerasan seksual. Mungkin luka fisik dapat sembuh dalam waktu yang tidak lama, namun luka psikis akan terekam oleh anak dalam waktu yang sangat lama. Perkembangan fisik dan mental anak juga akan ikut terluka.

“Anak akan mudah merasa takut, punya rasa cemas berlebihan, susah makan dan tidur karena mimpi buruk,” kata Elisabet

Efek tersembunyi lainnya adalah, gangguan psikis membuat pertumbuhan terhambat, anak pun cenderung punya prestasi akademik rendah, kepribadian tertutup, kurang bisa bersosialisasi, tidak kreatif dan tidak produktif.

Oleh karena itu, jika orangtua atau keluarga mengenali anak sebagai korban kekerasan seksual, segeralah berkonsultasi dengan dokter dan memeriksakan bagaimana kondisi anak. Laporkan kejadian tersebut kepada pihak yang berwajib.Cara efektif yang bisa dilakukan untuk menangani anak yang trauma karena menjadi korban kekerasan yaitu memberikan perhatian penuh dari keluarga dan pemerintah

Siap Dampingan Korban

Dalam peristiwa tersebut ada Hak anak dan Kewajiban kita dalam memberikan perlindungan yang optimal dari berbagai aspek sehingga kasus yang memprihatinkan seperti ini tidak terjadi lagi. Yayasan Pusaka Indonesia siap memberikan pendampingan jika memang diperlukan.

Elisabet berharap bagi masyarakat yang merasa pernah menjadi korban dari aksi pelaku, jangan takut membuat laporan pengaduan kepada pihak berwajib.