page.php?23
 
SEMANGAT MASYARAKAT HAMPARAN PERAK TUMBUH KEMBANG DENGAN PROYEK PEMBANGUNAN MERCY RELIEF SINGAPORE



SEMANGAT MASYARAKAT HAMPARAN PERAK TUMBUH KEMBANG DENGAN PROYEK PEMBANGUNAN MERCY RELIEF SINGAPORE


Mercy Relief Singpore dan Yayasan Pusaka Indonesia telah merampungkan proyek pengembangan masyarakat, terkait dengan pemenuhan kebutuhan sarana air bersih dan sanitasi, kesehatan serta pengembangan inisiatif ekonomi masyarakat di wilayah kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Mercy Relief adalah sebuah organisasi kemanusiaan berbasis di Singapura bersama dengan Yayasan Pusaka Idonesia, secara langsung melaksanakan upacara serah terima proyek di kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang – Provinsi Sumatera Utara. Acara serah terima ini, dihadiri oleh penasihat Mercy Relief Mr. Abdullah Tarmugi dan Ketua Mercy Relief Mr. TK. Udairam, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Propsu, serta Pemkab Deli Serdang kepada masyarakat Kota Datar dan Paluh Manan Kecmatan Hamparan Perak.

Koordinator program Marjoko mengatakan ada 9 titik sumur bor yang dibangun dalam proyek pemenuhan kebutuhab sarana air bersih, 4 titik sumur bor di Desa paluh Manan dan 5 titik di Desa Kota Datar, selain itu Pusaka Indonesia dan Mercy Relief Singapore juga membangun 1 unit bendungan irigasi di Desa Paluh Manan serta penanaman 15.000 batang bibit bakau yang telah ditanam disepajang jalan dan pesisir pantai desa Paluh Manan, kata Joko.

Ditambahkan Joko penyediaan fasilitas air bersih ini dikarenakan kelangkaan sumber air bersih yang layak minum. Menurut catatan, terdapat hanya sekitar 10% dari total penduduk yang memiliki sumur/perigi. Umumnya sumur yang mereka miliki berciri dangkal ( sekitar 2 meter) dan air yang diproduksi juga terasa payau, asin – karena memang jarak antara desa tersebut dengan garis pantai sangat dekat. Kondisi ini sering menimbulkan masalah kesehatan, utamanya terjadi gangguan penyakit karena air yang dikenal dengan gangguan gastro intestinal, yakni gagguan pada system pencernaan dan kasus penyakit kulit karena buruknya kualitas air. Dengan tingginya harga air minum kemasan dan air isi ulang yang dijual di sejumlah kios – sekitar Rp. 300,000 per bulan bagi masing-masing keluarga, maka hal demikian menjadi beban tambahan bagi masingmasing keluarga yang tinggal di kedua desa ini – di tengah tingkat pendapatan yang belum kunjung membaik.


Terpisah Ketua Badan Pengurus Yayasan Pusaka Indonesia Edy Iksan menambahkan pelaksanaan program ini sejak awal Desember tahun lalu, Mercy Relief telah mendayagunakan pengetahuan tehnis dan metologi pengembangan masyarakat, bersama dengan mitra lokalnya, Yayasan Pusaka Indonesia (sebuah LSM lokal yang focus dalam upaya perlindungan anak dan perempuan) untuk melaksanakan proyek senilai 180,000 Dollar Singapura. Proyek yang diresmikan ini merupakan proyek lanjutan antara Mercy Relief dan Pusaka Indonesia, yang diawali di awali dengan penyediaan sarana air minum dan sanitasi di kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara pada tahun 2008. Melalui proyek ini sudah dibangun sebuah bendungan air, penyediaan sarana air bersih berupa sumur bor di 9 titik di kedua desa ini dan penanaman kembali benih mangrove di sekitar kawasan pantai dekat desa tersebut dan pembentukan kelompok-kelompok simpan pinjam, kata Edy.


Mr. T. K. Udairam menegaskan, terkait dengan semangat masyarakat: “Bahwa pelaksana proyek ini hanya merupakan fasilitator atas kemampuan mamsyarakat yang memang sudah ada pada diri mereka; kita bisa melihat semua bukti itu dari perkembangan masyarakat beberapa bulan terakhir.”
Posted by B O D O on Monday 26 July 2010 - 09:57:24  printer friendly create pdf of this news item