page.php?23
 
Article
KESADARAN MASYARAKAT DALAM MENJAGA KEBERSIHAN LINGKUNGAN


Juara Harapan II Lomba Karya Tulis Peringatan HAN 2011
Pusaka Indonesia - Biro PPA&KB Pemprovsu

KESADARAN MASYARAKAT DALAM MENJAGA KEBERSIHAN LINGKUNGAN

Oleh : KARINA
Siswi SMA HARAPAN I Medan

BAB I
PENDAHULUAN  
A.    
Latar Belakang            
Kota Medan ibukota provinsi Sumatera Utara, Indonesia yang merupakan kota terbesar di pulau Sumatera. Dengan Jumlah penduduk yang berkisar 13.000.000 jiwa. merupakan sebuah kota yang tingkat polusi dan pencemarannya yang begitu tinggi apalagi sampah yang dapat menimbulkan pencemaran baik udara maupun tanah begitu fantastis. Padahal seperti yang telah di ketahui bahwa kriteria sebuah kota yang indah salah satunya ialah kota yang bersih dengan lingkungan yang terjaga dan terawat pula.

Kebersihan sebuah cerminan bagi setiap individu dalam menjaga kesehatan yang begitu penting dalam kehidupan sehari-hari.  Dan seperti yang kita ketahui bahwa kebersihan merupakan suatu keadaan yang bebas dari segala kotoran, penyakit, dan lain lain, yang dapat merugikan segala aspek  yang menyangkut setiap kegiatan dan perilaku lingkungan masyarakat.

Dan sebagaimana di ketahui bahwa kehidupan manusia sendiri tidak bisa dipisahkan baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial. Maka sebagai individu harusnya segala aspek  yang ada dalam masyarakat harus dapat menjaga kebersihan lingkungan. Karena tanpa lingkungan yang bersih setiap individu maupun masyarakat akan menderita sebab sebuah faktor yang merugikan seperti kesehatan. Kesehatan itu begitu mahal harganya. Sehingga semuanya harus di olah dengan baik . Lingkungan yang kotor berarti penganggu kesehatan yang juga berarti membuat bibit penyakit.

Namun segala sesuatu ada kata perubahan hanya saja dalam segala persoalan-persoalan, semua ini tidak dapat dijalankan tanpa sebuah kesadaran dari setiap individu masyarakat maupun kelompok masyarakat untuk menjaga kebersihan, Maka Kebersihan itu tidak akan berguna dan menimbulkan banyak kerugian. Sebagaimana kita ketahui bahwa pandangan masyarakat tentang sadar lingkungan sangatlah minim/kurang. Dari hal tersebut kita dapat mengambil kesimpulan bahwa masyarakat masih belum peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitarnya.

Kebanyakan dari mereka berfikir secara parsial dan hanya ingin menguntungkan diri sendiri, seperti masalah pembuangan sampah yang tidak pada tempatnya,  pembungan limbah pabrik, polusi udara, pencemaran air, dan lain-lain. Kasus-kasus yang menyangkut masalah kebersihan setiap tahunnya selalu meningkat. Dan mengakibtakan keadaan yang merugikan kota medan contohnya : banjir yang baru-baru ini terjadi karena banyaknya sampah yang menumpuk di parit-parit rumah dan kanal air.

Dengan sebuah perumpaan yang dapat di bandingkan dengan teknologi maka dapat di perhatikan bahwa secanggih-canggihnya teknologi tanpa didasari dengan kebersihan maka, teknologi itu akan hancur. Jadi, dari hal tersebutlah kita harus menyadari kebersihan itu penting. Marilah kita menjaga kebersihan secara bersama-sama.

Dari sebuah komunikasi yang dilakukan dengan masyarakat dengan memeberi penyuluhan tentang perlunya sadar akan kebersihan lingkungan. Karena kebersihan itu sebahagian dari iman. Disini peneliti berusaha agar informasi apa yang didapat diberitahukan kepada masyarakat demi membantu memnyampaikan bahwa kebersihan itu penting,  Berdasarkan uraian di atas maka peneliti tertarik utnuk melakukan penelitian dengan judul : “Perilaku Masyarakat Akan Sadarnya Kebersihan lingkungan”.  

B.    
Rumusan Masalah            
Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan terjadilah beberapa permasalahan dalam penelitian ini adalah : 1.         Apakah masyarakat sudah sadar mengenai masalah kebersihan?
2.         Apakah masyarakat memiliki inisiatif sendiri dalam menjalankan kebersihan?
3.         Apakah masyarakat mampu berfikir secara universal dalam mengelola kebersihan?
4.         Perlukah sanksi yang tegas dalam menjalankan kebersihan lingkungan?  

C. Maksud dan Tujuan Penulisan
         
Tujuan penelitian adalah sebagai pernyataan mengenai ruang lingkup kegiatan yang akan dilakukan berdasarkan masalah yang telah dirumuskan. (Jujun. 2002:213) Adapun tujuan penelitian ini adalah :
1.      Masyarakat dapat mengetahui secara efektif tentang kesadaran dalam kebersihan
2.      Mengetahui bahwa segala sesuatunya didasarkan dari kepribadian masing-masing
3.      Mengadakan penyuluhan yang dapat membuka hati masyarakat untuk lingkungan sekitar  

D. Kerangka Teori            
Dalam melakukan penelitian, teori berperan sebagai landasan berfikir untuk mendukung pemecahan suatu masalah dengan jelas dan sistematis. Sesuai dengan pengertian teori menurut kerlinger yang dikutip Jalaluddin  (2001:6) yakni “Himpunan konstruk (konsep), definisi, dan proposial yang mengemukakan pandangan yang sistematis tentang gejala dengan menjabarkan variabel, untuk menjelaskan dan meramalkan gejala tersebut.            
Berdasarkan paparan di atas makan teori dalam pembahasan penelitian ini adalah mengutarakan tentang masalah-masalah  komunikasi,  perilaku masyarakat, sadar lingkungan.            

Oleh karena itu pembahasan secara teoritis di bawah ini adalah : pengertian komunikasi, perilaku masyarakat dan sadar lingkungan.
1.    Komunikasi
Pengertian Komunikasi Menurut Onong U.Effendy, (2002:5) “Komunikasi adalah proses penyampaian suatu pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahukan atau untuk mengubah sikap, pendapat atau prilaku baik secara langsung maupun tidak langsung.” Berdasarkan pengertian komunikasi di atas, menunjukkan bahwa komunikasi itu meliputi proses penyampaian pesan, pembentukan kepercayaan, sikap, pendapat tingkah laku publik. Laswell dalam Onong Uchjana (2002:7) menyebutkan bahwa komunikasi meliputi lima unsur sebagai jawaban dari pertanyaan yang diajukan itu yaitu :
a.     Komunikator
b.    Pesan
c.     Media
d.    Komunikan
e.     Efek

2.      Perilaku Mayarakat
a.       Pengertian Perilaku
Perilaku  merupakan perbuatan/tindakan dan perkataan seseorang yang sifatnya dapat diamati, digambarkan dan dicatat oleh orang lain ataupun orang yang melakukannya .

b.      Pengertian Masyarakat
Masyarakat merupakan salah satu satuan sosial sistem sosial, atau kesatuan hidup manusia. Istilah inggrisnya adalah society , sedangkan masyarakat itu sendiri berasal dari bahasa Arab Syakara yang berarti ikut serta atau partisipasi, kata Arab masyarakat berarti saling bergaul yang istilah ilmiahnya berinteraksi. Ada beberapa pengertian masyarakat :

o          Menurut (Selo Sumarjan 1974) masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama yang menghasilkan kebudayaan

o          Menurut (Koentjaraningrat 1994) masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinyu dan terikat oleh suatu rasa identitas yang sama.

o          Menurut (Ralph Linton 1968) masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang hidup dan bekerja sama dalam waktu yang relatif lama dan mampu membuat keteraturan dalam kehidupan bersama dan mereka menganggap sebagai satu kesatuan sosial.

c.       Pengertian Perilaku Masyarakat Tingkah laku yang sudah menjadi pengetahuan secara umum yang diakui oleh segala lapisan masyarakat, yang berdasarkan norma-norma yang telah diketahui secar benar.

3.    Sadar Lingkungan ·          
Pengertian Kesadaran Kesadaran adalah keadaan seseorang di mana ia tahu/mengerti dengan jelas apa yang ada dalam pikirannya. Sedangkan pikiran bisa diartikan dalam banyak makna, seperti ingatan, hasil berpikir, akal, gagasan ataupun maksud/niat. ·          

Pengertian Lingkungan
Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada disekitar manusia yang mempengaruhi perkembangan hidup manusia baik langsung maupun tidak langsung . Lingkungan terbagi atas dua yaitu , Lingkungan abiotik dan biotik.  Adapun berdasarkan UU no. 23 tahun 1997 menyebutkan bahwa  kesatuan ruang dengan semua benda dan kesatuan makhluk hidup yang termasuk di dalamnya manusia dan perilaku manusia yang melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya. ·          

Pengertian Kesadaran Lingkungan
Kesadaran Lingkungan adalah kleadaan dimna individu masyarakat menyadari bahwa pentingnya sebuah ruang lingkup (lingkungan) yang didalamnya, terdapat makhluk-makhluk hidup yang harus dijaga kelestariannya.  

E. Metode Penulisan
1.      Metode penelitian adalah cara yang digunakan dalam kegiatan penelitian untuk mendapatkan data yang diperlukan sesuai masalah penelitian. Hal ini sesuai yang disebutkan Sugyono (2003:1) “Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan tertentu. Metode penelitian digunakan yaitu Metode Korelasional ( Metode untuk mengetahui hubungan variabel bebas dengan variabel terikat.

Hal ini sesuai yang dikatakan Sugyono bahwa metode korelasional gunanya untuk melihat apakah ada hubungan variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y). Penelitian ini merupakan  deskriptif, menurut Bungin, Bangun (2008) adalah suatu penelitian bertujuan untuk menjelaskan, meringkaskan berbagai kondisi, berbagai situasi, aatau berbagai variabel yang timbul di masyarakat yang menjadi objek penelitian itu berdasarkan apa yang terjadi. Penelitian ini dilakukan di Kota Medan dengan mengambil objek penelitian seluruh warga.  

2. Populasi dan Sampel
2.1. Populasi adalah keseluruhan objek penelitian yang terdiri dari manusia, benda, hewan, tumbuhan, gejala, nilai, tes, ataupun peristiwa yang memiliki karakteristik tertentu dalam suatu penelitian. (Wasito, 2005:49)             Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang tingkat kebersihan lingkungannya begitu rendah.  

2.2. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 10 orang. Adapun teknik penarikan sampel yang akan dilakukan adalah dengan teknik accidental sampling (tanpa sengaja).  Dalam teknik accidental sampling, sampel diambil tanpa direncanakan lebih dahulu. Sementara itu jumlah sampel yang dikehendaki tidak berdasarkan pertimbangan yang dapat dipertanggung jawabkan, asal memenuhi keperluan saja.                    

BAB II PEMBAHASAN  
A.     Identifikasi Masalah            
Individu hanya berfikir untuk diri sendiri (egois) kebanyakan individu berfikir apatis ( acuh tidak acuh ) terhadap lingkungan sekitar . Padahal begitu banyak cara yang dapat di lakukan bila memang ada rasa kepeduliaan dalam membangun segalanya agar lebih baik .Dan berbagai cara telah digaungkan tetapi hanya 1 diantara 10 individu yang memiliki sifat kepeduliaan itu . Dikarenakan hal tersebut untuk menjalankan perubahan dan menyampaikan aspirasi dalam kesadaan untuk lingkungan tersebut tertutup jalannya/sulit.            

Di masa sekarang , tidak ada yang tidak mungkin , para ahli pun mengembangakan dan memberi inisiatif-inisiatif yang jitu dalam menjaga kebersihan , contohnya : Pendaur ulangan . Tidak heran sekarang banyak toko-toko yang menjual alat daur ulang karena kepedulian terhadap lingkungan dan apalagi bdapat menghasilkan . Sebagaimana yang di jabarkan kenapa hanya sedikit individu yang berfikiran seperti itu layaknya individu yang tidak ingin terpurukl.            

Namun dalam hal ini semuanya berjalan lebih baik apabila dilakukan beberapa kegiatan yang akhirnya bisa menyadarkan masyarakat betapa pentingnya kebersihan , betapa pentingnya dampak positif jika membuang sampah sembarangan dan betapa indahnya sebuah kota apabila kota tersebut indah , bersih , nyaman dan segar. Sehingga dengan demikian itulah aspek tersebut akan membawa keuntungan bagi kota .
            
Pembuatan aktivitas penyuluhan dan kelas pendaurulang disetiap kecamatan adalah hal yang baik dalam memberikan contoh konkret .Penyuluhan yang di maksud bisa dengan mengadakan seminar yang berisi materi untuk membuka hati individu dalam menyadarkan arti kebersihan yang di ketahui bahwa individu masyarakat di kota ini sangatlah minim. Tetapi bukan dengan seminar saja penyuluhan itu bdapat dilakukan , bisa dengan berkomunikasi dengan penduduk di daerah-daerah yang tingkat kebersihannya masih begitu rendah . Daur ulang biasanya menggunakan barang-barang bekas yang masih dapat dipakai untuk membuat sesuatu yang bisa dipergunakan kembali .Sehingga dengan kata lain bukan hanya membuka lapangan kerja tetapi hal ini dapat menambah kekreatifitasan yang lebih.  

B.     Analisis Masalah            
Dengan persentase yang ada pada segala aspek mengetahui bahwa kota Medan, sebuah kota yang memiliki permasalahan mengenai kebersihan. Hanya segelintiran individu saja yang berfikir bahwa kebersihan itu penting. Sedangkan dalam hal ini aspek-aspek harus berfikir dengan perkembangan yang ada tentang bagaimana menjalankan  perubahan kalau saja perubahan itu tidak di mulai dari diri sendiri. Karena apapun yang terjadi perubahan itu tidak dapat dipaksakan maupun di perintahkan .

Kota Medan bukan seperti Singapura , Malaysia , Kota Yaman dan lain lain,  yang apabila ada individu membuang sampah pada tempatnya tidak merasa malu dan bersalah saat membuangnya karena belum ada kesadaran yang mendalam bahwa segalanya dapat berdampak negatif.            

Dalam penganalisisan masalah ini diketahui bahwa Medan lebih menitik beratkan masalah kebersihan pada sampah.  Sampah merupakan masalah perkotaan hampir di seluruh kota-kota besar di Indonesia. Di Kota Medan persoalannya lebih kompleks lantaran tidak ada intervensi dari pengambil kebijakan saat ini. Jika dibiarkan terus bakal muncul  gunung sampah di pusat kota. Selama ini tender proyek-proyek di seluruh dinas teknis maupun perusahaan daerah di Pemerintah Kota (Pemko) Medan belum berjalan, termasuk di Dinas Kebersihan Medan. Hal ini menyebabkan Kota Medan semakin tampak lebih kotor atau jorok.. Sampah-sampah di permukiman tidak terangkut dan akhirnya menyumbat drainase di saat turun hujan.

Dari 4.000 ton volume sampah per hari, 1.000 ton merupakan hasil rumah tangga dengan perkiraan rata-rata menghasilkan sampah 0,5 kg per hari per rumah tangga.Sisanya, 3.000 ton, dihasilkan dari industri dan lainnya. Data di Dinas Kebersihan juga menyebutkan, 2.200 ton sampah yang tidak terangkut sebagian di buang ke sungai, parit,dan sebagian lainnya dibakar.  

C.     Data Penunjang
Jenis sumber data dalam penelitian ini adalah data primer. Data diperoleh dengan menggunakan  instrumen kuesioner terhadap pengendara sepeda motor. Instrumen penelitian adalah alat bantu yang dipilih  dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatannya mengumpulkan agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah (Riduwan, 2008). Dalam penelitian ini instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Kuesioner adalah daftar pertanyaan yang diberikan kepada orang lain  bersedia  memberikan respons (responden) sesuai dengan permintaan pengguna. Sedangkan teknik yang digunakan adalah wawancara terstruktur, menurut  Nasution (2003) menyatakan wawancara berstruktur semua pertanyaan telah dirumuskan sebelumnya dengan cermat, biasanya secara tertulis. Pewawancara menggunakan daftar pertanyaan itu sewaktu melakukan interviu.

Setelah dilakukannya penelitian terhadap beberapa individu dalam lokasi yang berbeda yang didasari oleh rendahnya kebersihan yang ada, maka diperoleh data karakteristik sebagai berikut :

VariabelIndikator
Indikator permasalahan1.      Masyarakat2.      Lingkungan Kota Medan3.      Kesadaran4.      Sanksi
Tingkat indikator1.      Jenis Kelamin2.      Usia3.      Status4.      Pekerjaan
 
1.      Masyarakat 
Masyarakat merupakan suatu kelompok individu yang berada pada lapisan tertinggi.            Masyarakat berada pada koridor individu yang berbeda dan bervariasi. Tanpa masyarakat sebuah negara maupun kota tidak dapat berdiri . Di dalam masyarakat terdapat dua Gender (Jenis Kelamin) yaitu , Pria dan Wanita. Begitu juga pada aspek usia yang akhirnya mempengaruhi tingkat perilaku yang ada . Namun bukan hanya itu , tetapi dalam masyarakat tanpa sebuah status maupun pekerjaan akan membuat permasalahan yang akhirnya tidak dapat terpecahkan/terselesaikan karena berbagai konflik yang terjadi .

2.      Lingkungan Kota Medan
Sebagaimana yang kita ketahui bahwa lingkungan merupakan hal yang terpenting dalam perjalanan kebersihan, dikarenakan lingkungan merupakan sumber kehidupan makhluk hidup. Sehingga lingkungan yang identik dengan bersih membuat masyarakat/makhluk hidup nyaman tinggal berada di daerah itu. Lingkungan kota Medan yang dikatakan sebagai genangan sampah pada tahun 2007 memberikan permasalahan yang begitu signifikan bahwa lingkungan kota ini bukan lingkungan yang indah dan bersih , segala fakta yang ada hanya membuat segalanya berangan-angan untuk mendambakan lingkungan yang  indah , segar dan nyaman.Sedangkan perubahan yang awalnya di agung-agungkan oleh individu pun berakhir menjadi penyesalan yang hanya berasa dikala itu tanpa menyadari bahwa segala yang ada dalam lingkungan baik itu air , tanah , udara dan lain-lain itu teramat penting.

3.      Kesadaran
Berbagai alasan bahwa kebijakan yang telah di buat sudah menginterpretasi individu tentang adanya kesadaran , tetapi fakta yang ada kesadaran itu tidak di dapatkan oleh individu-individu maupun masyarakatnya dalam menjalankan kebersihan. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa kesadaran lah hal yang terpenting dalam perubahan karena tanpa kesadaran semuanya itu hanya omong kosong belaka . Hanya untuk membuat diri bersih dari prasangka bahwa individu di kota kita ini telah berkembang dan berfikir maju.  Sedangkan, kesadaran yang ada bisa membuat lingkungan kita terbebas dari kotoran seperti sampah , limbah , dan lain-lain yang sering membuat kekacauan pada pencemaran yang berbentuk pada kerugian . Kesadaran begitu penting untuk ditumbuhkan tetapi bukan dengan  paksaan , pengubahan perilaku individu maupun masyarkat bisa menjadi jalan masuknya sebuah perubahan yang lebih baik dari sebelumnya. Dari dalam diri tidak dapat dielakkan masih banyaknya yang berfikir bahwa  kesadaran hanya sebercik tinta yang akhirnya mengotori dan mudah terbenam dengan perasaan yang begitu saja larut di masa sekarang. Dan tidak bisa disalahkan bahwa belum adanya kesadaran di lingkungan walau hanya hal mudah saja seperti membuang sampah pada tempatnya .

4.      Sanksi
Sanksi merupakan suatu hukuman yang mutlak maupun tidak mutlak yang harus dilakukan, dibayar, maupun dilaksanakan sesuai dengan koridor hukum. Sanksi dilakukan dikarenakan adanya permasalahan dan orang yang bermasalah pada sebuah kasus yang telah berbau hukum . Pada penulisan ini sebaiknya membuat pembahasan yang masuk akal tentang hukum apa ataupun sanksi apa yang wajar diberikan kepeda orang yang melanggar kebersihan . Sebagaimana yang di ketahui bahwa bukan hanya hukum penjara saja hukuman itu terjadi tetapi ada yang namanya denda. Denda merupakan pembayaran uang atas sanksi yang telah dibuat dan disahkan oleh pihak hukum. Namun apabila hanya diberi denda, terkadang ada segelintir individu yang merasa itu sudah biasa dan malah akhirnya membuat individu tersebut apatis dan hanya berkelakuan sesuka hati. Sedangkan tanpa perlu dikatakan lagi seharusnya bahwa individu dan masyarakat lah yang bertugas dalam menjalankan kebersihan, bukan hanya petugas kebersihan yang telah di bayar. Dan sebaiknya pemikiran-pemikiran itu haruslah dibuang dan diganti dengan pemkikirabn yang lebih tertata baik sehingga dalam pelaksanaan membuka peluang perubahan segalanya tidak beranggapan susah. Dan seharusnya pemerintah membuat sebuah tindakan yang tepat dan tegas dalam menyikapi hal ini, hal-hal yang membuat individu berfikir jalan keluar terbaik . Peraturan daerah yang sudah ada sebaiknya di kembangkan dan di tegaskan sehingga tidak ada penyelewenggan yang akan terjadi.  

Dan berdasarkan hasil penelitian responden yang telah di ajukan 6 dari 10 orang ini setuju dengan pengadaan hal baru ini.                                          

BAB III PENUTUP  
A.    
Kesimpulan            
Kesadaran individu begitu penting untuk menjalankan perubahan kebersihan pada lingkungan baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial. Namun mayoritas para masyarakat masih baru berantusias dalam signifikan yang berada di satu aspek saja.             Dan para warga setuju dengan harus adanya cara-cara yang dilakukan dalam memberikan  alternatif untuk lebih dapat meyadarkan masyarakat tentang nilai kebersihan.  

B.    
Saran            
Pengembangan ilmu pengetahuan, membuat segalanya dapat menjadi riset mengenai kebersihan yang ada dan sebaiknya pemerintah memberikan masukan dan kebijakan yang tegas dan tepat untuk membuat perubahan–perubahan.                                                                            

DAFTAR PUSTAKA  
Effendi, Onong, U. 2002. Dinamika Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Jalaluddin, Rahmat. 2001. Psikologi Komunikasi. Bandung : Remaja Rosdakarya.
Sugiyono. 2003. Metode Penelitian Administrasi. Bandung: Alfabet.
Bungin, Burhan. 2008.. Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Kencana.
Nasution  S. 2003. Metode Research; Penelitian Ilmiah, Jakarta: Bumi Aksara.
Jujun,  Surya Sumantri. 2002. Filsafat Ilmu. Jakarta: Sinar Harapan.
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20110315061659AAcBIIw
http://sugiyono.webs.com/paper/p9901.pdf
http://adhiya.files.wordpress.com/2008/06/microsoft-word-lingkungan-hidup.pdf
http://seputar-indonesia.pdf         ?
Posted by godeks on Thursday 28 July 2011 - 05:50:13  printer friendly create pdf of this news item