Yayasan Pusaka Indonesia (YPI) prihatin dan menyayangkan peristiwa kerusuhan terjadi sehingga menimbulkan kekerasan dan menimbulkan korban terhadap anak dan meminta Komnas HAM untuk segera mengusut tuntas anak yang menjadi korban meninggal pada kerusuhan 22 Mei lalu, hal ini disampaikan oleh Ketua Badan Pembina Yayasan Pusaka Indonesia Dr. Edy Ikhsan, SH.

Menurut data yang di lansir YPI dari berbagai media, diperkirakan 3 orang anak yang meninggal akibat kerusuhan tersebut yakni M. Reyhan Fajari (16) asal Jakarta Pusat, Widiato Rizky Ramadani (17) asal Slipi Jakarta Barat dan Muhammad Harun Al Rasyid (15) siswa SMP AA Tanjung Durian Jakarta Barat, sementara data anak korban yang mengalami luka-luka diperkirakan mencapai 22 orang.

Komnas HAM harus aktif dalam melakukan penyelidikan kasus kerusuhan 22-23 Mei 2019 yang terjadi di Jakarta, khususnya yang mengakibatkan tewasnya 3 anak tersebut, sehingga pelaku maupun pihak-pihak yang terlibat dapat mempertanggung jawabkan perbuatannya di depan hukum, ungkap Edy

Tidak itu saja, Yayasan Pusaka Indonesia juga meminta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan lembaga-lembaga yang konsern terhadap perlindungan anak bersama-sama untuk melakukan pendampingan psikologis terhadap trauma yang dialami oleh anak-anak korbam kekesan tersebut.

Pasal 15 UU Nomor 35 Tahun 2014 menyebutkan bahwa Setiap Anak berhak untuk memperoleh perlindungan dari penyalahgunaan dalam kegiatan politik, pelibatan dalam sengketa bersenjata, pelibatan dalam kerusuhan sosial, pelibatan dalam peristiwa yang mengandung unsur kekerasan, pelibatan dalam peperangan, baik yang bersifat langsung maupun tidak langsung yang membahayakan anak baik fisik maupun psikis, tambah Edy

Mengingat korban anak cukup banyak Edy Ikhsan berharap, semua pihak harus mengutamakan kemanusiaan. Ini yang pertama harus dilindungi karena tujuan bernegara sebagaimana tercantum dalam mukadimah konstitusi yakni melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.

“Upaya ini perlu dilakukan agar anak-anak tidak merasakan ketakutan serta bisa menjalankan aktivitas sosialnya anak secara baik,” ujar Edy

Terakhir, YPI mengimbau pada seluruh pihak apabila menemukan anak-anak berada di dekat lokasi kerusuhan dalam bentuk apapun agar segera mengevakuasi mereka ke zona aman, agar terhindar dari kegiatan yang membahayakan diri mereka dan meminta aparat keamanan tidak sewenang wenang mengunakan pendekatan represif dalam menangani demontransi