YPI Beri Ketrampilan Penyintas Rohingya

26 April 2017 , Respon Bencana

Medan - Yayasan Pusaka Indonesia (YPI) bekerjasama dengan CRS, memberikan vocational training atau pelatihan ketrampilan dan pendampingan psikososial bagi anak-anak selama enam bulan di dua titik penyintas atau pengungsi Rohingya di hotel Beraspati dan hotel Pelangi Medan.

 

Kordinator lapangan program Refugee (Pengungsi) Yayasan Pusaka Indonesia, Kristina Perangin angin menjelaskan,  dalam program ini ada tiga jenis training yang dilakukan. pertama, training gardening yang diharapkan dapat menambah kemampuan para pengungsi untuk merawat dan memelihara tanaman. kedua, training house keeping dengan materi bagaimana cara merawat dan memelihara seluruh peralatan dalam rumah; mulai kamar mandi, lantai ruangan tamu dan juga mengenalkan kepada mereka  peralatan-peralan mesin yang biasanya digunakan di negara tujuan atau ketiga nantinya.”

 

Selain itu pelatihan lainnya adalah  training baby sitting yang bertujuan untuk membantu perempuan-perempuan Rohingya dalam merawat anak-anak dengan tepat, kebersihan, kesehatan dan juga menghindarkan dari pengasuhan yang jauh dari kekerasan,” lanjut Tina, demikian biasa disapa.

 

Untuk anak-anak Yayasan Pusaka Indonesia melakukan pendampingan psikosial dengan menyediakan berbagai aktifitas psikosial  bermain dan belajar bersama.

 

Kristina berharap kegiatan pelatihan ini dapat menjadi bekal dan dimanfaatkan bagi para pengungsi jika di kirim ke negara tujuan atau negara ketiga nantinya.

 

Terpisah Ketua badan pengurus Yayasan Pusaka Indonesia (YPI), Fatwa Fadillah, SH mengatakan  kedatangan para pengungsi Rohingya, dan sampai saat ini masih ditempatkan dalam communinty house atau shelter dan rumah detensi imigrasi haruslah mendapatkan perlindungan yang efektif.

 

Menurutnya, banyak factor kurangnya mereka mendapatkan perlindungan terutama perlindungan hukum, lamanya masa tunggu untuk proses penempatan ke negara ketiga secara permanen, terbatasnya bantua kebutuhan dasar terutama hak atas tempat tinggal, kesehatan, pendidikan dan pekerjaan.

 

Ditambahkannya gagasan untuk memberikan pelatihan kepada pengungsi Rohingya akan menjadikan mereka menjadi tenaga kerja yang siap pakai jika nantinya dikirim ke negara ketiga, Program pelatihan selama enam bulan ini saya yakini akan bermanfaat, pengungsi yang tadinya tidak punya ketrampilan kedepannya bisa menjadi pengangan hidupnya,  ungkapnya