Yayasan Pusaka Indonesia (YPI) menyesali sikap Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kota Medan, Tengku Edrian Rendy yang santai merokok di lobi utama Gedung DPRD Kota Medan, setelah berfoto bersama dengan para pengemarnya usai pelatikan anggota Dewan.

Ketua Badan Pengurus Yayasan Pusaka Indonesia OK. Syahputra Harianda mengatakan perilaku anggota DPRD Kota Medan, yang menyalakan dan mengisap rokok di gedung DPRD, tanpa memperdulikan orang disekitarnya, menunjukan sikap yang tidak etis dan sudah melanggar Perda Kota Medan No, 3 Tahun 2014, tentang Kawasan Tanpa Rokok.

“Ya mestinya siapa pun dia, apalagi udh jadi pejabat publik, harus menaati peraturan tersebut. Apalagi peraturan ini sdh ada dri 2014.” Ungkap OK Syahputra

Kita sangat menyayangkan kejadian tersebut, ini bukan hanya soal pelanggaran KTR saja, tapi ada soal etika yang tak baik. Ini preseden buruk di masyarakat. Gimana masyarakat mau menaati peraturan tersebut, kalau etika pejabatnya seperti itu, tegasnya

Lebih disayangkan lagi pejabat yg melakukan pelanggaran tersebut notabene anggota Dewan. Kami meminta pemko medan, untuk terus melakukan sosialisasi yg berkelanjutan, sehingga gk ada lagi masyarakat di kota medan ini yang mengambil alasan tidak tau kalau ada peraturan KTR.

Karenanya, menurutnya sebagai seorang politisi dan wakil rakyat dapat memberikan contoh yang baik dan taat hokum terhadap peraturan KTR, bukan sebaliknya malah mempertontonkan sikap melanggar hokum dan peraturan yang mereka buat sendiri.

“kalau merokok, silahkan tetapi ada aturannya, merokoklah diruang khusus untuk merokok atau keluar dari gedung, itu bukan hak azasi tapi hak semua orang untuk mendapatkan kwalitas udara yang baik yang tidak tercemar asap rokok” tegas OK. Syahputra

Satpol PP sebagai pemegang mandat penegakan peraturan daerah, mestinya tidak pandang bulu untuk menegakkan peraturan. Jangan cuma menegakkan peraturan kepada masyarakat kecil saja, sementara kalau yg melanggar pejabat tdk di respon.

OK Syahputra juga meminta Badan Kehormatan DPRD Kota Medan untuk memberikan peringatan dan sanksi dan segera meminta maaf kepada seluruh masyarakat Kota Medan.

“Kepatuhan terhadap peraturan harus dimulai dari penyelengara pemerintah daerah, seperti DPRD, sehingga menjaadi contoh yang diikuti oleh masyarakat” ujarnya

OK. Syahputra berharap kejadian ini tidak terulang lagi ditempat lainnya, terutama di tujuh Kawasan Tanpa Rokok.